Breaking News

Ojek Jungking, kita sudah diajarkan untuk bertindak sopan, jangan bunuh rejeki kami

 

Sukarelawan covid-19

OPINI GATRA | BALI | Jembrana - Fungsi rapid test antigen sangat penting, rapid test merupakan deteksi awal untuk mengetahui penyebaran penularan Covid-19. Aksi bantuan yang dilakukan tukang gojek di wilayah Gilimanuk mendapat apresiasi dari sebagian warga masyarakat yang membutuhkan Rapid test tersebut, tugas mereka adalah mengantarkan calon penyeberang yang membutuhkan test tersebut.




Menjawab pernyataan dari balipuspanews (klik link) bahwa dikeluhkan warga masyarakat tidak sepenuhnya benar, karena selain membantu ekonomi masyarakat sekitar dengan menolong menunjukan arah gerai test, masyarakat pengguna juga merasa terbantu.

Ini diungkap Chandra, yang merupakan salah satu pengguna jasa rapid test di desa Gilimanuk, kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. " Saya mau ke Jember, saya diantar oleh jasa ojek kebetulan saya bersama keluarga mau menyebrang ke Jawa. Mereka juga dengan sukarela memberikan kita informasi-informasi, dan mengantar kita sampai pelabuhan untuk validasi hasil rapid test ini (menunjukan hasil test negatif), "ungkap chandra yang menggunakan jasa penunjuk ojek.

Informasi yang diberikan oleh jasa ojek ini oleh sebagian warga masyarakat juga sangat penting, dan ditanya tentang harga, "kalo bagi saya sama saja harganya, saya kebingungan tadi di hutan mulai dari Denpasar kita berpikir, eh ternyata dihutan sini sudah ada yang memandu kami, "ujarnya menutup pembicaraan, Jumat (05/11/2021).

Peluang kerja dimasa pandemi seperti ini merupakan bagian dari anugerah alam, terkait pelaksanaannya mungkin diperlukan tata cara yang baik dalam melaksanakan tugas sukarelawan covid-19, sebagai pemberi informasi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sebut saja Jungking salah satu ojek yang memakai baju sukarelawan ini menuturkan, bahwa dirinya yang selama pengguna ojek sepi, dirinya bekerja serabutan. " Syukuri saja pak, kadang saya dapat tips dari orang yang memerlukan jasa saya sebagai pemandu mereka yang akan menyeberang, "jelasnya, Rabu (19/11/2021).

Ditanya soal pemberitaan yang miring ia mengungkapkan bahwa dirinya gak ambil pusing, "saya cari nafkah yang baik, bhabinkamtibmas juga sudah mengedukasi terus tentang cara-cara yang benar dan sopan, dan sudah kami lakukan. Saya juga berterima kasih kepada pak Lurah yang juga tetap memantau kegiatan ini, "sebutnya.

Memang sebetulnya tidak elok dan berimbang kalo beberapa media menyalahkan orang yang memberikan bantuan informasi kepada masyarakat yang melintas tetapi tanpa memikirkan solusinya bagi mereka untuk mendapatkan sedikit rejeki dan penggunanya pun mendapatkan manfaatnya seperti bapak chandra tadi.

Yang terpenting tata cara yang digunakan tidak memaksakan, berlaku kasar serta tetap sopan dalam memberikan informasi kepada masyarakat yang membutuhkan, disinilah butuh pihak-pihak terkait untuk menjawab, mengawal kepentingan antara dua belah pihak tanpa membunuh rejeki salah satunya untuk sesuap nasi bagi keluarga mereka di masa pandemi ini. (Ray)

No comments